Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2009

DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN DEBIT BANJIR RANCANGAN

KAJIAN PUSTAKA

2.1 SIKLUS HIDROLOGI
Air adalah material yang paling berlimpah di bumi ini, menutupi sekitar 71 persen dari muka bumi ini. Kehidupan hampir seluruhnya air, 50 sampai 97 persen dari seluruh berat tanaman dan hewan hidup dan sekitar 70 persen dari berat tubuh kita. Kita bisa hidup sebulan tanpa makanan, tapi hanya bisa bertahan beberapa hari saja tanpa air. Air. seperti halnya energi, adalah hal yang esensial bagi pertanian, industri, dan hampir semua kehidupan. Dengan bertambahnya kebutuhan air untuk kegiatan manusia dan juga peningkatan jumlah penduduk 212.000 orang per hari (1985), kelangkaan air merupakan hal yang ada dihadapan kita. Jumlah air di permukaan bumi ini secara keseluruhan relatif tetap. Air akan selalu ada karena air bersirkulasi tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir mengikuti Siklus Hidrologi.
Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, pre…

kOTA DAN SELUK-BELUKNYA

BAB I
PEMBAHASAN TENTANG ARTI KOTA

1.Tahap-tahap Perkembangan Budaya manusia
Melalui studi arkheologi modern dapat disusun tahap-tahap evolusi manusia beserta budayanya yang dapat diurutkan sebagai berikut:
Zaman batu tua atau zaman eolitik, kemudian menyusul zaman paleolitik dimana manusia menggunakan alat dari batu untuk memotong.
Zaman paleolitik bawah dimana manusia menggunakan api untuk memasak dan pada zaman paleolitik tengah dimana pada zaman itu dijumpai alat-alat runcing.
Zaman paleolitik atas ditemui kegiatan di bidang ukir-mengukir sedangkan pada zaman mesolitik telah mengenal kerajinan kayu dan mereka sudah dapat digolongkan penduduk pengumpul hasil bumi.
Zaman neolitik kuno manusia sudah mengenal usaha di bidang pertanian sampai pada zaman neolitik baru. Selanjutnya mereka mengerjakan kerajinan pot, tekstil, perak, perunggu, besi, dan sebagainya.
Menurut W. Goedon East (1956) kota-kota pada zaman prasejarah memeliki corak lokal dan mengikuti posisi atau keadaan setempat. Permukim…

FISIOLOGI CINTA...

Diantara makna indah dalam kehidupan ini, yang dapat menjadikan hidup kiya sebagai sesuatu yang sangat bernilai, adalah cinta, sebuah perasaan yang tanpanya seseorang tidak akan dapat hidup dan tidak akan melihat makna kehidupan. Setiap kita terlahir sebagai akibat dari cinta kedua orang tua kita, dengan demikian cintalah yang membuat jenis kita tetap lestari hingga datik ini. Namun, pernahkah kita berfikir darimanakah asal cinta dua anak manusia tersebut?
Kita tentu pernah mendengar cerita sepasang kekasih yang telah bertahun-tahun pacaran tiba-tiba memutuskan untuk berpisah karena alasan bahwa perasaan masing-masing sudah tidak se-spesial seperti saat kali pertama bertemu. Juga cerita tentang perasaan cinta sepasang suami-istri yang telah menikah bertahun-tahun ternyata sudah tidak sebesar saat awal-awal mereka menikah dulu. Dari sini muncullah pertanyaan, mengapa perasaan cinta tersebut berkurang seiring dengan bertambahnya waktu kebersamaan mereka?
Dalam kasus lain, dua orang yang …

pengembangan wilayah kabupaten situbondo

B.Rencana Pengembangan Kawasan Budidaya
Kawasan Hutan Produksi
Kawasan hutan di Kabupaten Situbondo pada dasarnya terbagi dalam kawasan hutan rakyat dan tegakan kayu serta hutan bakau. Hutan rakyat yang terbesar terletak di Kecamatan Banyuglugur (210 Ha), kemudian Arjasa (100 Ha) dan Kendit (98,02 Ha). Hutan tegakan kayu yang terbesar adalah Bungatan (548,24 Ha), disusul Kendit (136,63 Ha), selanjutnya adalah Situbondo (117,50 Ha) dan Panji (117,59 Ha).
Hutan tersebut merupakan kawasan hutan produksi yang sebagian besar menghasilkan kayu jati dan rimba, kayu bakar, lak dan getah pinus. Produksi kehutanan yang paling dominan berada di Kecamatan Banyuputih, yaitu hutan jati di perbatasan Taman Nasional Baluran dengan Banyuwangi Utara, selanjutnya adalah Kendit dan Bungatan. Produksi jati gelondongan 2004 sebesar 3,995 m3, dengan nilai produksi Rp.7,51 milyar. Sedangkan produksi kayu bakar jati sebanyak 34 m3 nilai produksi Rp.2,07 juta. Produksi hasil hutan lainnya berupa lak cabang deng…